Dia itu adalah Kamu

21 September 2017

Terkesan dan bermakna selama tinggal di kota Bandung, apalagi saat berkuliah di salah satu perguruan tinggi. Betapa bahagianya Farid ingin menceritakan kepadamu semua pengalaman yang Farid dapatkan. Sekarang kamu duduk manis, dengarkan dan jangan bercerita yah.

Farid bersahabat dengan teman teman yang hebat, yang menunjang Farid menjadi orang yang berkualitas. Mereka semua adalah patner dakwah. Ada satu orang patner yang beda dari yang lain, seorang perempuan yang paling nyebelin. Tiap kali ngobrol Farid dan dia selalu tak mau kalah, tapi akhirnya salah satu ada yang mengalah juga hehe… awal mengobrol dengan dia, itu karena Farid merasakan hati nya yang sedang bersedih dalam kebingungan untuk menumpahkan keluh kesalnya. Farid tak tega melihat tersakitnya dia oleh air mata pertanda duka membasahi pipi nya. Farid ingin mengembalikan senyumannya. Dia orangnya manis, easy going dan sehati dengan Farid. Dia mempunyai niat membuat suatu komunitas, lalu Farid mewujudkan mimpinya. Kami berdua menjadi Founder nya, tapi dia memilih Farid menjadi Leadernya.

Entah sampai kapan kelansungan dakwah Farid berlanjut. Sungguh sedih jika Farid berada bersebrangan dengan para patner dakwah terutama dengan dia, padahal dia sudah menjadi teman hidupku. Selalu terlintas untuk memilih jalan yang berbeda, tapi dia selalu menegur (dengan gaya ciri khasnya) dan selalu memberi semangat.

Farid selalu membuat suasana menjadi hidup dengan bercanda, kalo Farid ngga mulai duluan, dia inisiatif duluan mulai bercanda. Terkadang Farid dan dia berselisih mengenai hal-hal yang remeh temeh sih, tapi dia menganggapnya itu penting, yaudah deh Farid mencari tau kenapa dia tersinggung, saat sudah mengetahuinya Farid tak akan menyinggung hal tersebut. Farid mengerti harus berjaga jarak dengan dia karena dia sudah ada yang menginginkannya, tapi dia mengelak tak mengakuinya. Dia selalu mengingatkan Farid kalo jodoh harus diikhtiarkan bukan ditunggu. Farid pun mengiyakan hehe…

Kok malah membahas hal itu, gara-gara dia selalu membahas jodoh terus, hingga dia menodong Farid agar memberitahukan ciri-ciri perempuan yang difavoritkan menjadi teman hidup, tapi Farid awalnya menolaknya, dia terus nodong dan mengancam (raut wajah yang penasaran dan ngegemesin hehe..) “aku ngga mau pulang, sebelum Farid ngasih tau”, dengan terpaksa Farid memberitahukannya. Dia seneng banget, dia terus nebak siapakah nama perempuannya, dan Farid terus menutupinya. Menyebalkan sekali dia, tapi kalo ngga ada dia, suasana nya ngga seramai ini.

Owh iya terima kasih selempangnya, Farid ngga nyangka dibikin spesial untuk Farid, tulisan “Calon Suami Idaman”, dan dia heboh sendirian di tempat makan, ini untuk Farid dipakai yah, Farid pun malu untuk memakai karena ditempat seramai itu. Akhirnya dia luluh juga, Farid berjanji akan memakainya saat wisuda nanti.

IMG_2968_(1)

Farid ingin bertemu dengan dia disenja hari tuk terakhir kalinya karena Farid akan berlayar ke negeri nan jauh disana, semoga hati ini dipertemukan kembali menjadi satu hati.

Terima Kasih kepada perempuan nyebelin yang telah menerima Kang Farid dengan segala kekurangan yang dimiliki.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s